Terima Kasih  Atas  Informasi,  Saran  Dan  Kritik  Anda ----- Melalui  Email : bangher7474@yahoo.co.id 

 

Selasa, 03 Mei 2011

Enam Pengendara Motor Terkapar di Pantura

Enam pengendara sepeda motor, pada Senin (2/5), terkapar di jalur utama pantura Indramayu tepatnya di lokasi perbaikan jalan di Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Patrol. Akibat kecelakaan itu Dua korban terluka parah, setelah motor yang dikendarai bertabrakan dengan bus umum, sedangkan empat korban lainnya turut dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kecelakaan pertama terjadi sekira pukul 9.00 WIB di jalan utama pantura yang sedang dalam perbaikan di Desa Sumuradem Timur. Peristiwa itu terjadi saat sepeda motor Honda Supra bernomor polisi E-5508-HJ yang dikendarai Sadari (32 tahun), warga Kab.upaten irebon, berboncengan dengan Jono (30 tahun) warga Desa Arjasari Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu, dari arah Cirebon menuju Jakarta berusaha menyalip sebuah mobil dijalur perbaikan. Tiba – tiba muncul kendaraan lain dari arah berlawanan, yakni sepeda motor Honda Beat bernopol B-8424-TXI yang dikemudikan Puji Daeng (33 tahun) warga Cibitung, Bekasi berboncengan dengan Ermini (29 tahun) warga Desa/Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu. Diduga dengan kecepatan tinggi dan jarak yang dekat mengakibatkan kedua sepeda motorpun bertabrakan.
Akibat kuatnya tabrakan, kedua sepeda motor ringsek dan ke empat penumpangnya terpelanting dengan kondisi luka yang serius. Warga yang melihat kejadian tersebut, segera melarikan keempatnya ke rumah sakit. Tiga jam berselang, hanya dalam jarak sekira seratus meter dari lokasi kejadian pertama, kecelakaan juga menimpa pengendara sepeda motor. Edi (16 tahun), warga Kedung Dawa Desa Sukra Wetan Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, mengalami luka parah setelah sepeda motor Honda Revo bernomor polisi E-3252-SL yang dikemudikan rekannya, Saiful Munir (17 tahun), warga Desa Tegal Taman Kecamatan Sukra, ditabrak Bus Luragung bernomor pol isi E-7605-Y yang dikemudikan Memed warga Luragung, Kabupaten Kuningan. Tabrakan terjadi saat, sepeda motor akan berpindah jalur. Ketika berada di perputaran jalur, sepeda motor yang melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta itu diduga tidak mengetahui ada bus Luragung melaju dari arah yang sama.
Tak ayal, sepeda motorpun tertabrak bus. Dan saat ditabrak kedua penumpangnya jatuh dan terpental. Beruntung tidak terlindas, karena supir bus tersebut langsung menginjak rem. Dari kejadian itu, Edi mengalami luka serius. Sedangkan Saiful Munir luka ringan. Sebelum dibawa ke RS, keduanya telebih dauhulu dilarikan ke Puskersmas Sukra.
"Motor berpindah jalur karena jalan sedang dalam perbaikan. Sehari ini saja ada dua kecelakaan karena kondisi perbaikan jalan," tutur seorang warga. Kepala polisi resort Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan didampingi Kepala satuan Lalu lintas Ajun Komisaris Polisi Robert Simatupang, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Rudi pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap dua insiden kecelakaan lalu lintas tersebut.
"Kami masih memeriksa saksi-saksi. Seluruh korban langsung kami larikan ke rumah sakit," ujar dia.
Sumber: Hendra Sumiarsa

Rabu, 16 Maret 2011

Tanggul Sungai Cimanuk Ambrol

Tanggul Sungai Cimanuk di Desa Rambatan Kulon, Blok Pulo RT 27 RW 4, KecamatanLohbener-Indramayu kembali longsor, Setelah diguyur hujan deras selama dua hari terakhir, Minggu (13/3). Kondisi tersebut membuat ratusan warga yang berada didekat lokasi longsor menjadi panik .

Sepanjang kurang lebih 500 meter, tanggul kali cimanuk kembali mengalami longsor yang cukup parah. Kondisi tanah tanggul yang sebelumnya sudah menyusut kini semakin menipis setelah bibir tanggul terseret oleh derasnya aliran sungai cimanuk.

Permukaan tanggul yang kini tersisa tinggal 1,5 M, seakan membuka ancaman bencana bagi 200 jiwa warga sekitar. Terlebih lagi arus sungai cenderung kencang dengan debit air yang terus naikakibat curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Indramayu dalam beberapa hari terakhir.

Menurut warga setempat, Yanti (24), menuturkan bahwa seminggu lalu, tanah tanggul kembaliambrol saat hujan deras. Keadaan itu membuat warga ketakutan. Kalau harus mengungsi, kamibingung harus mengungsi ke mana," ujarnya. Smentara b erdasarkan keterangan warga, sejak akhir tahun lalu, tanggul Cimanuk di wilayahtersebut sudah sering ambrol. Hujan deras dan tingginya volume air kerap menggerus dinding tanah tanggul sampai terjadi longsor, terutama pada bagian yang tidak dilapisi beton. Selain itu, bagian tanggul yang berlapis beton pun sudah banyak yang ambrol.

Peristiwa tersebut, sebelum terjadi longsor, ada kemungkinan dibagian bawah tanggul terdapat rongga-rongga tanah yang cukup besar disepanjang tanggul akibat tergerus oleh derasnya arus air, sehingga tanggul tersebut berpotensi terjadinya longsor.

Tanggul Sungai Cimanuk di Blok Pulo Desa Rambatan Kulon Keacamatan Lohbener Kabupaten Indramayu sebelumnya mengalami longsor beberapa kali secara berturut-turut sejak pertengahan tahun 2010 lalu. Puncak longsor yang terbilang parah, terjadi pada Mei 2010 lalu. Saat itu, tanggul tergerus arus sungai hingga menyisakan bantaran tanah sekira dua meter. Saat peristiwa berlangsung, warga setempat membuat bendungan darurat dari karung-karung berisi tanah, sertapenopang kayu yang dikaitkan pada pohon. Hal itu dilakukan, sekedar mengantisipasi terjadinya longsor yang lebih parah.

Sumber: Hendra S, Editor: Bambang
 

INTERNASIONAL

SOSBUD

HUKUM

EKONOMI

REALITAS PUBLIK Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template