Terima Kasih  Atas  Informasi,  Saran  Dan  Kritik  Anda ----- Melalui  Email : bangher7474@yahoo.co.id 

 

Tampilkan postingan dengan label PUBLIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUBLIK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juli 2010

Pedagang Terbakar, Tabung Gas meledak

INDRAMAYU,(KC).- Semburan gas elpiji dari tabung 3 kg yang memicu ledakan,menyambar dan membakar Warinah (34 tahun), seorang pedagang gorengan warga Blok Ambyah RT.7 RW.2 Desa Kebulen Kec,Jatibarang Kab.Indramayu, Rabu (21/7). Terjadinya semburan dan ledakan diduga disebabkan karena penutup karet yang ada di tabung gas (rubber sil) kendur. Warinah menderita luka bakar cukup parah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Keterangan yang berhasil dihimpun "KC" menyebutkan peristiwa ledakan tabung gas elpiji 3 kg itu terjadi saat Warinah berniat memasak air untuk keperluan memasak penganan. Tanpa curiga, seperti biasa Warinah membuka saklar kompor gas untuk dinyalakan. Namun beberapa kali dicoba, kompor tak juga mau menyala. Tak lama, ibu rumah tangga yang menderita tuna rungu ini mencium bau gas. Namun Warinah bergeming karena menganggap bau gas itu sudah biasa. Sialnya,lantaran menderita gangguan pendengaran ia sama sekali tak mendengar suara berdesis dari gas yang keluar dar ujung regulator. Suara berdesis itu semakin memicu bau gas lebih menyengat namun tidak membuat Warinah menghentikan upayanya menyalakan kompor. Saklar kompor terus digerakan ke kanan dan kiri lalu memicu semburan api. Ruangan dapur yang sangat sempit diduga semakin memicu terjadinya kebakaran dan ledakan yang besar. Bola api yang ditimbulkan akibat ledakan pun menyambar kaki dan tangan Warinah. Keruan, Warinah berteriak kesakitan sembari berlari keluar dapur. Suaminya, Tayang (40 tahun), yang mendengar teriakan istrinya bergegas melompat dari tempat tidur berusaha menolong. Tayang mengaku sebelum mendengar teriakan istrinya, ia sempat mendengar suara ledakan sangat keras layaknya tembok dihantam benda berat. Ia lebih terkejut ketika melihat istrinya sedang berguling dalam keadaan terbakar. Namun Tayang merasa takut untuk mendekati dapur dan letak istrinya terbakar lantaran khawatir bernasib sama. Akal sehatnya kemudian menggerakan tangan Tayang mengambil karung lalu mencelupkannya ke dalam bak air untuk mematikan kobaran api di dalam dapur. "Api bisa padam tapi istri saya menderita luka bakar sangat serius. Tangan dan kakinya melepuh karena sambaran api akibat ledakan," tutur dia. Camat Jatibarang Dudung Indra Ariska yang datang menjenguk korban segera membawa Warinah ke RSUD Indramayu untuk diobati. Menurut Dudung, seluruh kebutuhan korban selama di rumah sakit akan ditanggung oleh pemerintah kecematan. Menyangkut insiden ledakan, Dudung meminta agar Pertamina bertanggung jawab. "Ini harus menjadi tanggung jawab Pertamina karena ternyata hal yang memicu ledakan akibat minimnya pengetahuan dan keterbatasan peralatan (rubber sil,Red) di kios," tegas Dudung. Sementara itu, Sales Representative (SR) Rayon VI Gas Domestik PT.Pertamina (Persero) Region II, Hendra Handoko, didampingi Koordinator Daerah Hiswana Migas Indramayu, Sri Wahyuni Utami, juga mengunjungi Warinah di RSUD Indramayu. Dalam kesempatan itu, keduanya memberikan bantuan kepada korban. "Kami masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian sebagai bahan bagi kami untuk menekan peristiwa yang sama," tandas dia.****(C-25) Ditulisoleh: Hendra Sumiarsa, 21 Juli 2010.

Sabtu, 26 Juni 2010

Petani Resah, Hama Tikus Menyerang

INDRAMAYU,(KC).- Serangan hama tikus di Kab.Indramayu terus meluas. Setelah Kecamatan Juntinyuat, Balongan, Haurgeulis, Widasari dan Jatibarang dinyatakan terserang tikus, kini kondisi serupa terjadi di Kecamatan Kandanghaur dan Gabuswetan. Ancaman serangan tikus membuat petani resah dan menimbulkan potensi gagal panen sehingga berbagai cara dilakukan untuk memberantasnya. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Kandanghaur, Rabu (23/6). Pemerintah Kecamatan Kandanghaur terpaksa melibatkan ratusan pelajar dari berbagai sekolah di wilayah itu untuk memberantas tikus di areal persawahan. Kegiatan dimulai dengan didirikannya Posko Pemberantasan Tikus yang dipusatkan di Desa Karangmulya. Ratusan pelajar SD hingga SMA serta masyarakat petani di Kandanghaur secara serempak melaksanakan gerakan gropyok (berburu) tikus di areal persawahan yang berpotensi terjadi kerusakan. Dengan berbekal peralatan seadanya, pelajar dan masyarakat yang dipimpin langsung Camat Kandanghaur, Aris Tarmidi, memburu tikus yang bersembunyi di dalam tanah. Di Desa Karangmulya sendiri, menurut Aris, potensi kerusakan tanaman padi akibat tikus sangat tinggi. Sebab cakupan wilayah tanam di desa tersebut kini telah mencapai hampir 400 hektare. Itu artinya, kata dia, jika tidak dilakukan pencegahan dengan gerakan gropyok, maka kerusakan dikhawatirkan akan terus meluas. Menyangkut keterlibatan pelajar, Aris menyatakan langkah itu sebagai pendidikan dan motivasi agar pelajar sekarang lebih peka terhadap lingkungan. "Pembelajaran juga bagi pelajar serta ikut mendorong terselenggaranya program kembali ke sawah di kecamatan kami," ungkap Aris. Diberitakan sebelumnya, serangan hama tikus melanda sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Indramayu dalam sepekan terakhir. Akibat menghebatnya "ganyangan" tikus, petani dibuat kewalahan karena tanaman padi gadu (musim tanam kedua) mereka yang diuntungkan oleh cukupnya ketersediaan air karena masih tingginya curah hujan berpotensi gagal panen. Serangan tikus tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Juntinyuat yang menurut petani terjadi hampir merata di seluruh desa yang ada. Adapun wilayah kecamatan lain yang diketahui terkena serangan hama tersebut diantaranya Kecamatan Balongan, Haurgeulis, Widasari dan Jatibarang. Banyak petani mengaku kewalahan dalam memberantasnya karena keberadaan tikus sulit diduga dan terkadang datang tiba-tiba secara bergerombol padahal baru diberantas sehari sebelumnya. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Ir Toto Kusmanto kepada wartawan secara terpisah membenarkan terjadianya serangan hama tikus terhadap tanaman padi gadu petani di Kabupaten Indramayu.Hanya pihaknya belum memperoleh data pasti jumlah areal yang terkena dan tingkat serangannya. Dikatakan, selama ini hama tikus dianggap memang membahayakan bagi tanaman padi petani di Kabupaten Indramayu karena sifat hama tersebut yang bisa menyerang dengan cepat tanaman padi dengan memakan batang tanaman padi yang berusia kurang dari dua bulan. "Pemberantasan hama tikus dengan menggunakan anjing cukup efektif. Mungkin selain menjadi hiburan bagi sejumlah petani, lingkungan sekitar juga terhindar dari risiko obat kimia," ujarnnya.***(C-25) Ditulis oleh: Hendra S, 23 Juni 2010.

Selasa, 15 Juni 2010

Gagal Jadi PNS, Guru TK Panjat Tower

INDRAMAYU,(KC).-
Stres lantaran peluangnya untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tertutup, Ij (40 tahun), seorang guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kec.Balongan Kab.Indramayu nekat memanjat tower sebuah perusahaan telefon selular di Kec.Krangkeng Kab.Indramayu, Senin (14/6). Ij diduga akan melakukan aksi bunuh diri namun dapat dicegah aparat keamanan yang mengevakuasinya. Ij lalu diamankan dan diperiksa petugas Polsek Krangkeng terkait tindakan nekatnya memanjat tower setinggi 80 meter itu. Keterangan yang berhasil dikumpulkan "KC" menyebutkan, Ij diketahui sudah berada diatas tower setelah ada warga setempat yang melihatnya. Awalnya warga menduga, orang yang ada diatas tower itu adalah petugas teknisi yang sedang melakukan perbaikan. Namun warga kemudian curiga, karena setelah dilihat lebih dekat, orang yang berada diatas tower itu ternyata berpakaian wanita dan berjilbab. Melihat hal itu, beberapa warga lalu berusaha mendekati tower untuk memastikannya. "Setelah didekati, ternyata yang ada diatas tower itu wanita. Tidak jelas sih, tapi kelihatan pakai busana muslim warna merah muda dan berjilbab," tutur Dedi, warga setempat. Dalam sekejap, tower yang berlokasi di dekat persawahan itu menjadi tontonan warga. Ratusan warga setempat, dan warga yang kebetulan melintas, ramai-ramai berusaha membujuk Ij untuk turun. Petugas Polsek Krangkeng dibantu aparat desa setempat tak ketinggalan membujuk guru TK itu agar mengurungkan niatnya bunuh diri melompat dari tower. Namun bujukan petugas keamanan tidak membuat Ij mau menurutinya. Ia bahkan berbuat lebih nekat dengan memanjat bagian paling atas tower. Keruan, petugas dan warga harus ekstra keras membujuknya agar Ij tidak melompat. Setelah dua jam diraya, Ij akhirnya mau turun. Namun demikian, selama Ij menuruni setiap anak tangga, petugas yang dibawah bersiaga penuh untuk menghindari kemungkinan terburuk. Beruntung drama percobaan bunuh diri berakhir baik setelah tubuh Ij sampai dibawah dan menyentuh tanah. Petugas segera mengevakuai wanita malang itu untuk selanjutnya diperiksa di Polsek Krangkeng. Menurut Ij, dirinya nekat melakukan tindakan itu lantaran kecewa peluangnya menjadi PNS tertutup karena terganjal usia. "Saya tidak sadar, tahu-tahu sudah berada diatas tower saja," aku Ij dihadapan petugas yang memeriksanya. Kapolres Indramayu Ajun Komisaris Besar Polisi Nasri Wiharto membenarkan adanya peristiwa itu. Menurut Nasri, dari hasil pemeriksaan sementara Ij diduga mengalami depresi berat setelah keinginannya untuk menjadi PNS terkendala usia. "Kami masih dalami penyebab pastinya, tapi yang terpenting petugas kami dapat membujuk yang bersangkutan mengurungkan niatnya untuk bunuh diri," tandas Nasri. ****(C-25) Ditulis oleh: Hendra Sumiarsa, 14 Juni 2010.

Minggu, 13 Juni 2010

Bocah Tewas Terseret Arus Sungai Cimanuk

INDRAMAYU,(KC).- Satu orang tewas dan tiga lainnya selamat saat terseret arus deras Sungai Cimanuk di Blok Dukuh, Desa Kenanga, Kec.Sindang, Kab.Indramayu, Sabtu (12/6) petang. Korban tewas diketahui bernama Palik (8 tahun), anak pasangan Edi dan Iis, warga setempat. Sedangkan tiga korban selamat, semuanya rekan Palik usia antara 8 - 10 tahun, yanki Dulah, Kipli dan Saep. Korban ditemukan terkubur lumpur sungai setelah dilakukan pencarian selama dua jam lebih. Peristiwa itu terjadi saat ke empat bocah sedang bermain di pinggiran sungai. Tak lama kemudian, mereka nekat terjun ke sungai berniat mandi. Namun baru beberapa saat di sungai, Palik tiba-tiba menjerit dan dalam hitungan detik tenggelam akibat terseret arus deras sungai, Tiga rekannya, tanpa bisa berbuat apa-apa kontan berlari meninggalkan Palik sembari berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan ketiga bocah yang masih bersekolah SD itu segera menuju sungai. Kepada warga ketiganya lalu menceritakan perihal Palik yang tenggelam. Dalam waktu yang tak lama, ratusan warga berkumpul dan sebagian diantaranya terjun ke sungai berkedalaman sekira lima meter itu untuk mencari Palik. Warga menyisir sungai dari tempat Palik tenggelam hingga pada jarak seratusan meter. Namun upaya warga masih belum menemui hasil, kendati seluruh area telah disisir. Kerabat Palik, kemudian berinisiatif mendatangkan ahli selam, dalam istilah masyarakat Indramayu biasa disebut gendam, untuk membantu mencari tubuh Palik. Benar saja, tak sampai sepuluh menit ahli gendam menemukan tubuh Palik tidak jauh dari tempatnya mandi. "Tubuh cucu saya terkubur lumpur, pantas sulit dicari oleh warga," tutur Raminah (55 tahun), nenek korban. Menurut Raminah, Palik adalah anak pasangan Edi dan Iis. Sepekan lalu, kata Raminah, orang tua Palik berangkat menjadi tenaga kerja wanita (TKW) ke Saudi Arabia. Kematian bocah kelas 2 SD itu, lanjutnya, sangat memberi pukulan kepada keluarga tertutama Iis, ibu korban yang kini di luar negeri. "Kami tidak tahu bagaimana cara memberitahukan kematian Palik kepada ibunya. Sebab masih baru seminggu bekerja di luar negeri, kami khawatir ibunya Palik malah setres dan pekerjaannya terganggu," imbuh Raminah. ****(C-25) Ditulis oleh: Hendra Sumiarsa, 13 Juni 2010.

Senin, 07 Juni 2010

Warga Geger Semburan Gas Liar

INDRAMAYU, (PRLM).- Semburan gas liar yang berbau menyengat mirip belerang sempat menggemparkan warga di Blok Gandok, Desa Kenanga, Kec.Sindang, Kab.Indramayu, Minggu (6/6). Semburan gas yang berasal dari sumur pantek (bor) milik Damuri (30) ini keluar saat sejumlah pekerja sedang membuat sumur di belakang rumahnya dengan kedalaman sekira delapan meter. Oleh petugas Polsek Sindang disekitar penemuan gas liar kemudian diberi garis pengaman (police line) guna mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.

Keterangan yang berhasil dihimpun "PRLM" di lokasi menyebutkan, semburan gas liar tersebut pertama kali diketahui oleh Samari (60), orang tua Damuri. Sebelum kejadian, ia bersama sejumlah teman pekerja sumur berusaha membuatkan sumur bor untuk anaknya, Damuri. Pada saat bersamaan Damuri sedang membuat rumah di lokasi itu. Beberapa saat setelah pipa masuk dengan kedalaman sekitar delapan meter muncul uap yang berbau menyengat mirip belerang. Bahkan mereka pun sempat menghirup gas yang lama-kelamaan berbau tak sedap.

Melihat keanehan itu, Samuri bersama pekerja lainnya menjauh. Namun karena penasaran akhirnya mereka mendekati tempat tersebut. Meski dengan perasaan takut, mereka mencoba menyalakan uap tersebut dengan korek api. Ternyata uap gas yang bersumber dari sumur bor itu langsung menyambar membuat api kecil. Mengetahui kondisi ini, Damuri langsung mematikannya. Ia berpikir takut kalau api tersebut akan membesar dan menjalar ke rumah anaknya.

"Uap gas itu baunya sangat menyengat persis bau belerang. Pertama kali yang muncul dari pipa dengan kedalaman delapan meter adalah uap dibarengi ada desisan angin. setelah kami nyalakan dengan korek api dari gas itu muncul api. Karena takut kami laporkan warga dan diteruskan ke kepala desa," jelas Samari.

Kepala Desa Kenanga kemudian meneruskan laporan dari warganya tersebut kepada petugas di Polsek Sindang. Mendapatkan laporan itu, kemudian sejumlah petugas yang langsung dipimpin Kapolseknya mendatangi lokasi semburan gas liar tersebut beberapa jam kemudian.

"Adanya penemuan warga ini kami juga sudah meneruskan kepada pihak pertamina. Pihak pertamina juga sudah datang ke TKP, hasilnya gas tersebut aman tidak berbahaya. Gas akan mati dengan sendirinya terhitung satu minggu sejak penemuan itu, " ujar Kapolsek Sindang AKP Setyo Adji, S.H., yang datang ke lokasi. (Udi/A-147)***

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/115239

Sabtu, 05 Juni 2010

Indramayu Terus Dikepung Demo

INDRAMAYU, RP - Elemen masyarakat dan mahasiswa, berjumlah ratusan orang, Selasa (1/6), menggelar aksi unjukrasa di sejumlah tempat berbeda di Indramayu. Para pendemo yang terdiri dari lima kelompak ini secara serentak melakukan aksinya, yakni di depan gedung DDRD, Kantor Kejaksaan Negri (Kejari), Kantor Dinas Sosial tenaga kerja dan Trasmigrasi (Dinsosnakertran), Polres serta Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kab. Indramayu.

Lima pendemo tersebut terdiri dari Persatuan Guru Swasta Indramayu (PGSI), Forum Rempug Muda Dermayu (FRMD), Front Rakyat untuk Keadilan Buruh Migran (Forkabumi), Forum Mahasiswa Peduli Perubahan Indramayu (FMPPI) dan Forum Demokrasi Indramayu Bersatu (FDIB). Bahkan usai melakukan tuntutannya, akhirnya ratusan pendemo ini meluruk pendopo Indramayu.

Dalam aksinya mereka menyerukan berbagai persoalan dan tuntutan, diantaranya terhadap KPUD Indramayu agar segera membatalkan jadwal Pemilukada Indramayu yang akan dilaksanakan 18 Agustus nanti. Pasalnya, bertepatan dengan bulan suci Ramadhan yang harus dihormati demi khusyuknya menjalankan ibadah puasa.

Unjukrasa ratusan guru swasta se Kab. Indramayu di depan gedung DPRD menuntut pemerintah daerah Kab.Indramayu memberikan tunjangan daerah (tunda) yang sama dengan guru-guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Massa Forkabumi yang mendatangi kantor Dinsosnakertran menyampaikan asiprasinya supaya dinas tersebut segera bersama legislatif membuat peraturan daerah (Perda) untuk perlindungan buruh migran dan keluarganya serta menyelesaikan kasus-kasus yang dialami oleh buruh migran asal Indramayu.

Sementara aksi unjukrasa massa dari FRMD di depan kantor Kejari Indramayu adalah menuntut penyelesaian dugaan uang pembebasan tanah sebesar Rp. 87 Miliar. Uang tersebut kata Mubarok, kordinator lapangan, adalah sebagai ganti rugi pembebasan tanah sejak 2003 di lima Desa yakni Langut, Pangkalan, Kiajaran, Kulon, Kiajaran Wetan dan Jumleng untuk jalan jalan Pantura. Namun hingga kini pihak pemilik tanah di tempat tersebut masih belum mendapatkan pembayarannya.

Sedangkan massa dari Forum Mahasiswa Peduli Perubahan Indramayu (FMPPI) yang mendatangi Polres Indramayu meminta kepada pihak kepolisian setempat untuk bersikap netralitas. Hal ini diungkapkan oleh Khamzahtul Arifin sebagai kordinator lapangan. Menurutnya, Polres Indramayu seyogyanya jangan menjadi tangan kanan pendopo, agar mengusut tuntas kecurangan dalam pemilukada sesuai dengan kewenangan serta menolak segala upaya intervensi demi memujudkan pesta demokrasi yang bersih, jujur dan trasparan. Di tempat ini, pendemo langsung ditemui Kapolres Indramayu, AKBP Nasri Wiharto.

Usai berorasi, para pendemo akhirnya serempak meluruk pendopo Indramayu. Mereka secara bergantian melakukan orasi bersama. **(bang-her)

Rabu, 26 Mei 2010

Petani Buru Tikus Gunakan Asap Motor

INDRAMAYU, (PRLM).- Puluhan anggota kelompok tani Leuwi Sari II, Desa Leuwi Gede, Kec. Widasari, Kab. Indramayu memburu tikus menggunakan asap sepeda motor. Hasilnya ratusan tikus yang sering memakan batang padi di desanya itu mati. Dan uniknya, pemburuan tikus ini menggunakan motor yang dijalankan mesinnya. Asap yang ke luar dari knalpot di inilah yang mereka gunakan untuk membius tikus.

"Mungkin di Jawa Barat baru pertama kali memburu tikus menggunakan mesin sepeda motor ini. Petani di Indramayu khususnya kelompok tani Leuwi Sari, Desa Leuwi Gede sebagai penggagas. Mereka memanfaatkan asap knalpot motor untuk membasmi tikus, " tutur Oyot, S.P., Sekretaris Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec. Widasari kepada 'PRLM", Rabu (26/5).

Dikatakan Oyot, sebelum melakukan gropyok tikus, petani mempersiapkan sepeda motornya. Diujung knalpot motor tersebut diberi sebuah pipa yang telah dilas. Pipa besi ini kemudian disambungkan dengan selang dan dimasukan ke lubang atau sarang tikus.

"Petani menggunakan cara ini lebih efisien waktu dibandingkan dengan cara yang lama yaitu kompor tikus. Knalpot motor sudah dirancang tersebut sebelumnya diisi dengan cairan oli bekas serta racun tikus. Selang yang telah dialiri asap itu lantas dimasukan kedalam lubang tikus, " ujarnya.

Menurut Oyot, pihaknya bersama para petani yang melakukan penggropyokan tikus ini langsung ke lapangan. Sasarannya adalah menyelamatkan tanaman padi yang masih berumur sekira satu minggu. Sebab jika tidak segera dilakukan penggropyokan, tikus yang ada ditempat itu akan memakan batang padi. sehingga luas tanaman padi sekira ribuan hektar akan gagal panen.

"Tanaman padi di areal yang kami lakukan penggropyokan luasnya sekira ribuan hektare. Dan setelah dilakukan pengasapan melalui lubang dari mesin kenalpot yang sudah dimodifikasi hasilnya ratusan tikus mati di dalam lubang maupun yang tertangkap oleh petani. Mudah-mudahan dengan gerakan ini padi tumbuh dengan sempurna, " terangnya.

Hal senada dikatakan oleh ketua kelompok tani Leuwi Sari II, Samsudin (48) didampingi Carman (48). Ia mengatakan, sementara ini populasi tikus diareal sawah milik warga sudah semakin banyak berkembang biak. Adanya tikus tersebut bagi petani tentunya dapat merugikan karena tikus akan menyerang batang padi. Hingga pertumbuhan padi teranggangu dan mati. Untuk melakukan pembasmiannya, ia bersama kelompok tani melakukan pemburuan tikus. (Udi/A-147)**

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/114418

Minggu, 23 Mei 2010

Warga Demo Water Park Bojong Sari

INDRAMAYU,(KC).-
Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Rembug Warga Bojongsari (Forbos) berunjuk rasa di kompleks wisata air Water Park Bojongsari Kabupaten Indramayu, Minggu (23/5). Mereka menuntut keterlibatan tenaga kerja warga lokal serta perbaikan infrastruktur yang rusak pasca pembangunan wisata air tersebut. Aksi unjuk rasa Forbos yang juga melibatkan kaum wanita dan anak-anak dimulai dari lapangan sepak bola Kelurahan Bojongsari. Massa lalu bergerak menuju wisata Water Park yang berjarak sekira 200 meter. Sambil membentangkan spanduk dan poster berisi protes, warga beramai-ramai menuju gerbang masuk obyek wisata. Ratusan petugas keamanan gabungan yang terdiri dari kepolisian, Sat Pol PP dan TNI, telah bersiaga penuh menghadang massa. Dalam orasinya, massa mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar segera merealisasikan janjinya menyoal pembangunan fasilitas pendukung untuk warga. Warga menuding, pembangunan obyek wisata di wilayah itu telah menimbulkan kerusakan lingkungan diantaranya sistem draenase yang semakin buruk serta akses jalan yang rusak. "Yang lain, kami menuntut keterlibatan warga lokal sebagai tenaga kerja di obyek wisata ini" ungkap Handy Kusmarta, koordinator aksi. Kuswanto, salah seorang anggota DPRD dari PDI Perjuangan yang ikut memimpin aksi massa juga mendesak transparasi pengelolaan Water Park oleh pihak ketiga. Kuswanto menyatakan, pihak ketiga yang akan mengelola obyek wisata tersebut harus memiliki kapabilitas di bidangnya serta peduli terhadap lingkungan. Jika syarat itu tidak dipenuhi, Kuswanto mengancam akan mendatangkan massa lebih banyak untuk berdemo. "Keberadaan obyek wisata harus ikut mendukung kemajuan daerahnya. Kalau pengelola tidak peduli dengan lingkungan sekitar itu sama saja dengan menentang semangat masyarakat dalam membangun," tandas dia. Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II, Arri Nurzaman yang menemui pendemo mengatakan, pemerintah akan siap memfasilitasi kemauan warga. Ia meminta kepada pendemo agar bersabar. Sebab masalah akan dibahas pada kesempatan lain dengan pihak-pihak terkait. "Persoalan dan tuntutan warga akan kami sampaikan kepada Pak Sekda dan Pak Bupati. Ini akan kami bahas, sebab semua tuntutan normatif dan telah menjadi agenda pemerintah kabupaten," ujar Arri.****(C-25)

Ditulis oleh: Hendra Sumiarsa, Minggu 23 Mei 2010. foto: http://www.pikiran-rakyat.com

Sabtu, 22 Mei 2010

Tiga Kecamatan di Indramayu Terendam Banjir

INDRAMAYU, (PRLM).- Ribuan rumah warga di lima desa pada tiga kecamatan di Kab. Indramayu terendam banjir setinggi 0,5 - 1,5 meter, Jum’at (21/5) sekira pukul 07.30 WIB. Menyusul adanya tanggul jebol yang berada di Blok Pulo, Desa Plumbon, Kec. Indramayu serta luapan air dari Sungai Cimanuk.

Kelima desa yang terendam air bandang itu adalah, Desa Teluk Agung, Plumbon, Kec. Indramayu, Desa Rambatan Kulon, Kec. Lohbener serta Desa Rambatan Wetan, Panyindangan Wetan, Kec. Sindang. Bahkan ancaman ini juga akan menyebar ke wilayah kecamatan Arahan jika debit air terus meninggi. Pasalnya ada beberapa titik tanggul yang rawan di wilayah tersebut.

Pantauan "PRLM" di lokasi bencana menyebutkan, akibat jebolnya tanggul dan besarnya luapan air sungai Cimanuk mengakibatkan juga sejumlah pasar dan bangunan sekolah dasar (SD) terendam. Seperti SD Rambatan Kulon I, II dan III. Air luapan ini masuk pada ruang kelas belajar hampir 0,5 meter.

Melihat kondisi ini, pihak sekolah langsung meliburkan sedikitnya 730 anak didiknya hingga waktu yang belum ditentukan. Bukan itu saja, ribuan warga juga melakukan upaya evakuasi terhadap harta bendanya. Mereka mencari tempat yang aman dengan memilih tempat yang lebih tinggi.

Meski bajir pernah terjadi. Namun banjir kali merupakan bencana yang terparah. selain karena tingginya kiriman air dari hulu yang melintas di Sungai Cimanuk. Bajir juga diperparah dengan buruknya saluran pembuangan di daerah tersebut. Warga berharap pemerintah cepat tanggap untuk mengatasi masalah banjir yang menjadi kekhawatiran warga.

Sementara itu, Camat Lohbener, Wawan S. Odimiarta, S.H. bersama Kapolsek Lohbener AKP Dewa saat dijumpai di lokasi banjir mengatakan, air Sungai Cimanuk meluap melalui sejumlah titik tanggul Sungai Cimanuk yang kritis. Namun, menurutnya yang lebih besar dari luapan sungai yang mengalir ke irigasi di Blok Balong, Desa Rambatan Kulon, Kec. Lohbener. Sedangkan diluar kecamatannya dari tanggul Sungai Cimanuk di Blok Ballas, Blok Pulo dan Blok Ningkon.

"Akibat luapan ini, bukan saja rumah warga yang terendam. Namun beberapa bangunan SD dan juga pasar yakni pasar Bangkir. Dipastikan dengan kondisi ini aktifitas warga menjadi terhenti, " kata Wawan.

Menurutnya, luapan air sungai Cimanuk ini akibat dari tingginya debit air yang masuk ke sungai tersebut. Sehingga air Sungai Cimanuk yang tampak keruh berwarna coklat tua itu mengalir deras yang berasal dari hulu di Kabupaten Garut. Air itu meluap dari atas tanggul sungai yang kritis dan menggenangi halaman dan masuk ke rumah-rumah dan sekolah.

"Melihat kondisi ini, kami bersama muspika telah melakukan kordinasi dengan instansi terkait untuk membuat tenda penampunagn dan dapur umum. " jelasnya. (udi/kur)**

sumber:http://www.pikiran-rakyat.com/node/114028

Jumat, 21 Mei 2010

Ratusan Meter Tanggul Cimanuk Longsor

INDRAMAYU,(KC).- Tanggul Sungai Cimanuk di Blok Pulo Desa Rambatan Kulon Kec.Lohbener Kab.Indramayu longsor akibat tergerus arus deras sungai, Kamis (20/5). Bantaran tanah yang difungsikan sebagai tanggul hanya tersisa sekira dua meter. Untuk mengantisipasi jebolnya tanggul lebih parah, warga setempat membuat bendungan darurat dari karung-karung berisi tanah dan penopang kayu yang diikatkan di pohon. Ketua RT 26, Caspin, menjelaskan, kondisi tanggul di lingkungannya mulai kriti sejak beberapa hari terakhir. Debit sungai Cimanuk yang meninggi dalam sepekan ini, kata dia, membuat tanggul-tanggul yang ada longsor. Sehingga, lanjut dia, tanggul-tanggul sungai membentuk lereng dan tebing curam. Kondisi itu, menurut dia, sangat mengkhawatirkan warga sekitar karena takut tanggul jebol.Untuk itu,warga secara bergotong royong menutup bagian atasa tanggul menggunakan plastik agar tanahnya tidak tergerus air hujan. "Apalagi air sungai mulai naik lagi. Seluruh warga harus bersiaga disepanjang tanggul untuk memantau situasi," tukas dia. Kekhawatiran warga juga ditunjukan dengan adanya tenda-tenda pemantau banjir yang dibuat secara swadaya. Selain itu, untuk menyampaikan informasi menganai perkembangan kondisi air sungai dan tanggul, warga juga memasang pengeras suara yang diarahkan ke permukiman. Setiap hari, kata Caspin, warga bergilir menempati po-spos pemantau swadaya. "Kalau sangat darurat, kami akan umumkan lewat pengeras suara agar warga bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk," tukas Caspin menambahkan. Sementara itu, akibat banjir luapan air Sungai Cimanuk pekan kemarin,sejumlah warga mulai kekurangan bahan makanan pokok. Sejumlah elemen mulai memberikan bantuan,. Salah satunya datang dari MPC Pemuda Pancasila Kab.Indramayu, Bantuan disampaikan langsung Ketua MPC PP Indramayu, Daniel M Syafiuddin kepada warga di Blok Pulo berupa ratusan paket beras dan karung untuk penahan tanggul. Pada kesempatan itu Daniel berpesan agar masyarakat setiap saat menyampaikan informasi kepada pemerintah baik melalui aparat desa maupun ormas dan OKP di desanya. "Kami berharap tidak terjadi hal-hal buruk menimpa warga disini. Sampaikan kondisi yang ada secara jelas agar semua pihak bisa menyusun langkah antisipasi," tegas Daniel. Dalam perkembangan yang sama, setelah beberapa hari sempat surut, permukaan air Sungai Cimanuk kembali naik. Sutisno, petugas jaga Bendungan Bangkir mengatakan, elevasi air pada Kamis (20/5) kemarin nyaris sama dengan bencana banjir akibat luapan sungai baru lalu yakni setinggi 510. "Beberapa titik tanggul yang kritis harus segera diperbaiki karena kondisi air semakin tinggi dan mengancam permukiman warga," ujar dia. ****(C-25) Ditulis oleh: Hendra Sumiarsa, 20 Mei 2010

Minggu, 16 Mei 2010

Tiga Pejiarah Asal Indramayu Tewas di Segara Anakan

CILACAP, (PRLM).- Kapal compreng yang ditumpangi pejiarah asal Indramayu Jawa Barat terbalik di muara Sungai Cintanduy Segara Anakan Cilacap Jawa Tengah Minggu (16/5) pagi . Tiga orang pejiarah ditemukan dalam kondisi sudah tewas, tujuh orang hilang, dan sebanyak 24 penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

Informasi dari berbagai sumber menyebutkan, tiga korban tewas langsung di bawa ke Puskesmas Kalipucang, sementara tujuh pejiarah yang hilang masih dalam pencarian tim TNI AL Cilacap, SAR Wijawakusuma Cilacap , TIM SAR Ciamis, serta warga nelayan Rawa Apu, Kecamatan Patimuan Cilacap dan Kalipucang Ciamis.

"Peristiwa terjadi pada pagi hari saya baru mendapat laporan sekitar pukul 8.00 WIB. Kini pencarian terhadap tujuh warga Indramayu masih dilakukan oleh TIM SAR Cilacap, Ciamis TNI AL dengan dibantu nelayan Rawa Apu. Saya ikut dalam pencarian di sekitar muara Sungai Citanduy berbatasan dengan pantai selatan Jawa. Tapi sampai pukul 11.30 WIB, tim belum menemukan lagi korban kapal yang tenggelam," kata Camat Patimuan Suharyanto kepada "PRLM".

Penyelamatan terhadap tujuh korban, menurut Suharyanto, terkendala oleh adanya pusaran air dan arus Sungai Citanduy yang deras. Sebab sejak semalam permukaan air sungai tinggi akibat hujan lebat di bagian hulu.

Dijelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu pagi, ketika itu warga Indrmayu berjumlah 34 orang menyewa kapal compreng untuk berjiarah ke Gua Mas Sigit Sela di Kecamatan Kampung Laut di Nusakambangan. Minggu pagi mereka akan pulang kembali ke Indrmayu masih menggunakan jasa perahu menuju pelabuhan di Majingklak Kalipucang atau di ujung sebelah barat kawasan Segara Anakan.

Ketika perjalanan sampai di perbatasan Desa Rawa Apu Patimuan dengan Desa Kalipucang Kecamatan Kalipucang, kapal oleng setelah menghantam bangunan pemecah ombak kemudian terbalik terbawa pusaran air. Semua penumpang berjumlah 34 orang tumpah ke sungai dan tenggelam.

Sejumlah nelayan Rawa Apu yang sedang mencari ikan segera melakukan penyelamatan, sebanyak 24 penumpang berhasil diselamatkan, tiga orang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal sementara tujuah lainnya hilang ditelan pusaran air Sungai Citanduy hingga kini mereka masih dilakukan pencarian. Termasuk diantara yang hilang adalah ketua rombongan pejiarah.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Drs Suparno, mengatakan, setelah mendapat informasi awal kecamatan, dari BPBD segera mengontak TNI AL, TIM SAR Wijayakusuma dan lain sebagai agar menuju lokasi kecelakaan dan memberikan pertolongan. "Pencarian masih terus dilakukan hingga tujuh warga Indramayu yang tenggelam, itu ditemukan," jelasnya.(A-99/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/113570

Sabtu, 01 Mei 2010

Balap Renang, Dua Santri Tenggelam di Waduk

INDRAMAYU,(KC).- Lantaran ingin beradu kecepatan berenang, dua santri sebuah pondok pesantren di Kec.Sindang Kab.Indramayu,Zaenudin (15 tahun) dan Ade (15 tahun), tenggelam di waduk Bojongsari Kab.Indramayu, Jumat (30/4). Keduanya kehabisan nafas saat berusaha menyeberangi waduk selebar sekira 100 meter itu. Beruntung nyawa keduanya berhasil diselamatkan warga setempat yang menolongnya. Adu cepat renang kedua santri itu dilakukan pagi hari. Bersama puluhan rekannya, kedua santri mulai memperlihatkan kebolehan nya dalam berenang di waduk yang selama ini dijadikan obyek wisata dan stok air baku PDAM itu. Sepuluh meter pertama, kedua santri masih terlihat bertenaga. Semangat mereka bahkan terasah ketika puluhan rekannya yang menyaksikan lomba renang amatir itu memberikan tepuk tangan. Namun pada sepuluh meter berikutnya, kedua perenang itu terlihat mulai kepayahan. Kayuhan tangan lazimnya orang berenang sudah mulai kendur. Bahkan beberapa saat kemudian kedua santri malah tidak bergerak sama sekali lalu tenggelam di waduk sedalam 7 meter itu. Melihat kedua rekannya tenggelam, santri lain yang berada diatas waduk berteriak meminta pertolongan. Mereka tak bisa berbuat banyak karena tak satupun diantara santri yang menonton bisa berenang.Beruntung teriakan santri didengar warga sekitar. Aca (38 tahun), warga setempat, yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan. Ia terjun ke dalam waduk untuk menyelamatkan nyawa kedua santri malang tersebut. Usaha Aca berhasil, kedua santri lalu ditarik ke pinggiran waduk. Puluhan santri dan warga yang sudah berkumpul segera membawa kedua santri ke RSUD Indramayu untuk diberikan petolongan. "Keduanya hanya lemas karena kehabisan nafas akibat berenang tanpa persiapan dan pemanasan yang cukup," ungkap Aca menirukan keterangan dokter di RSUD Indramayu. ****(C-25) Ditulis oleh : Hendra Sumiarsa, 30 April 2010.

Minggu, 18 April 2010

Lima Siswi SMP di Cirebon Hamil Diluar Nikah

SUMBER,(PRLM),- Sebanyak lima pelajar dalam satu SMP negeri di Kab.Cirebon dikabarkan hamil di luar nikah, namun, tiga di antaranya sudah mengundurkan diri sebelum Ujian Nasional (UN) berlangsung beberapa waktu lalu.

Informasi yang dihimpun Sabtu (17/4) terungkap, kelima anak baru gede (ABG) itu disebut-sebut merupakan pelajar/mantan pelajar sebuah SMP di Kec. Susukan. Dua remaja, panggil saja Mawar dan Melati masih tercatat sebagai pelajar kelas IX dan sempat menjadi peserta UN tahun 2010.

"Kalau yang tiga itu adalah pelajar tahun sebelumnya dan semuanya kini telah keluar. Namun, yang dua orang lagi memang ikut Ujian Nasional," kata seorang sumber di sekolah tersebut.

Disebutkan, Mawar diduga diketahui sudah hamil sekitar empat bulan dan Melati diperkirakan baru hamil sekitar 1,5 bulan yang informasinya telah digugurkan.

Awalnya peristiwa yang mencoreng citra sebuah SMP Negeri itu tidak diketahui pihak sekolah, namun, selanjutnya terendus juga. Dengan alasan aib, peristiwa itu ditutup rapat-rapat.

Sementara itu, Kepala SMP negeri bersangkutan, Yudo, menyangkal kabar tersebut. Dia berjanji akan mencari tahu untuk mengklarifikasinya terlebih dahulu.

"Kami justru baru mendengar kabar ini sekarang. Untuk mengetahuinya, kami akan klarifikasi dulu. Kalau memang benar, jelas kami akan memprosesnya," katanya, menegaskan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kab. Cirebon, H. Dudung Mulyana melalui Kasi Kesiswaan SMP Bidang Pendidikan Dasar (Diksar) H. Iman Sukiman, mengaku sudah mendapat laporan tentang persoalan tersebut. Bahkan, menurutnya, terkait kasus tadi, khusus untuk dua pelajar yang diduga hamil dan telah mengikuti UN akan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pihak provinsi.

Konsultasi itu, lanjut Iman, untuk menentukan apakah mereka bisa memeroleh ijazah atau tidak. Karena hal itu bukan wewenang Disdik Kab.Cirebon dan sudah menjadi urusan provinsi, karena hasil UN itu di provinsi.

"Saya kira karena mereka telah mengikuti UN, kemungkinan besar akan mendapatkan ijazah," katanya, seraya menambahkan, pihak sekolah yang bersangkutan sudah mengomunikasikannya dengan Disdik.(A-146/kur).*** sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/111410

Jumat, 16 April 2010

Dermayon Warisan Perantau Lasem

Khazanah Sunda

Jumat, 16 April 2010 | 13:28 WIB

Batik indramayu, biasa disebut batik dermayon, termasuk batik pesisiran yang motifnya berbeda dari daerah pesisir lain. Akulturasi kehidupan pesisir dengan pengaruh China, Arab, Jawa, Hindu, dan Eropa melahirkan motif dan karakter batik khas Indramayu.

Seni membatik pada sehelai kain diperkirakan dikenal masyarakat Indramayu pada masa kekuasaan Kerajaan Islam Demak (1527-1650). Seni tersebut diperkenalkan para perantau dari Lasem, Rembang, Jawa Tengah, yang hijrah ke daerah tersebut bersamaan dengan masuknya pengaruh Kerajaan Islam Demak ke wilayah Cirebon.

Pengaruh corak lasem pada batik dermayon terlihat dari beberapa motif yang mengambil unsur seni lukis China, seperti liong (naga), burung lokcan (phoenix), dan banji. Perpaduan warna putih biru khas keramik klasik China juga banyak menginspirasi motif batik indramayu.

Dalam perkembangannya, motif pesisiran lebih mendominasi. Hal itu agaknya terkait budaya membatik yang awalnya dikerjakan sebagai sambilan oleh istri nelayan menunggu suami pulang melaut.

Motif pesisiran ditandai warna mencolok, seperti merah, coklat kemerahan, biru terang, atau hijau daun. Komposisi antara warna dasar dan warna motif utama cukup kontras. Ragam hiasnya bersumber dari flora dan fauna yang kental dengan lingkungan pantai, seperti burung, ganggang, udang, ikan, dan kapal.

Motif iwak etong, misalnya, menggambarkan binatang laut yang dibawa pulang nelayan, seperti ikan, udang, cumi, ubur-ubur, dan kepiting. Sementara motif ganggang, sesuai namanya, menjelaskan jenis rumput laut yang banyak ditemui di pesisir Indramayu.

Motif yang paling banyak dipakai adalah rajeg wesi. Motif yang dikenakan pegawai negeri Indramayu setiap Jumat itu menggambarkan pagar bersusun yang isinya terdiri atas beras tumpah, sisik, bunga, dan ikan yang menandakan Indramayu kaya sumber daya alam.

Batik indramayu juga menggambarkan kegiatan sehari-hari masyarakatnya, seperti motif swastika, merak ngibing, kereta kencana, dan rombeng jati. Motif swastika, contohnya, diilhami masa penjajahan, menggambarkan simbol kekerasan yang terjadi selama penjajahan Jepang. Motif merak ngibing diilhami keindahan burung merak.

Batik dermayon juga terpengaruh budaya Eropa. Motif buketan, misalnya, bergambar buket bunga tulip dan buah anggur. Budaya ini masuk ketika Indramayu menjadi salah satu basis perdagangan VOC pada abad ke-17.

Industri batik berkembang di desa pesisir, seperti Dermayu, Panganjang, Babadan, dan Paoman. Dalam perkembangannya, sentra pembuatan batik di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu.

Menurut catatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Indramayu, terdapat 143 motif batik khas Indramayu yang didaftarkan pada Kementerian Kehakiman dan HAM. Namun, baru 50 motif yang memperoleh nomor sertifikasi.

Saat ini terdapat 80 unit usaha batik tulis yang mempekerjakan sedikitnya 286 perajin. Usaha itu tersebar di Paoman, Penganjang, Terusan, dan Pegirikan. Dari 80 unit usaha itu hanya beberapa yang memiliki ruang pamer, antara lain Antika Mukti, Paoman Art, Kembang Gunda, Darma Ayu, Maesunah, Indra Surya, Batik Yuska, dan Batik Wangi Asri. (ERI/LITBANG KOMPAS)

sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/16/13282323/dermayon.warisan.perantau.lasem

Kamis, 08 April 2010

Minim Perhatian Pemda

Hampir sepuluh tahun menempati lokasi Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Teranggong di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, ratusan warga transmigrasi lokal (translok) itu ternyata masih merasa belum cukup mendapatkan fasilitas yang memadai dari Pemkab Indramayu. Saat acara Grebeg Mulud, mereka mengungkapkan seluruh keluh kesahnya kepada Bupati H Irianto MS Syafiuddin (Yance), dan juga Ketua TP PKK Kabupaten Hj Anna Sophana.

*** WARGA translok Teranggong kedatangan tamu istimewa, yakni Bupati Yance beserta istri, Selasa (2/3). Keduanya sengaja meluangkan waktu untuk menghadiri acara grebeg mulud yang diadakan oleh pengurus Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Teranggong. Kali pertama menyambut kedatangan orang nomor satu di jajaran Pemkab Indramayu tersebut, panitia setempat menggelar beragam kegiatan.

Antara lain sunatan masal, parade marching band, serta pengajian umum dengan menghadirkanmubalig Pengasuh Pondok Pesantren Candang Pinggan Kertasemaya KH Syakur Yasin MA.

Namun, acara yang juga dihadiri oleh Camat Terisi Ahmad Santoso BA, unsur muspika, kepalapara kuwu, serta tokoh masyarakat tersebut, ternyata hanya dijadikan media untukmenyampaikan aspirasi warga setempat.

Hal itu terlihat saat sambutan selamat datang yang disampaikan oleh salah seorang perwakilan warga translok, Dadang Risman. Di hadapan Bupati Yance, Dadang mengaku bersyukur Pemkab Indramayu telah memfasilitasi lokasi UPT serta memberikan lahan garapan bagi para eks transmigran pada tahun 28 September 2001 lalu.

Karena waktu itu mereka dalam kondisi yang sangat dilematis. Daerah transmigrasi yang mereka tempati, mengalami konflik yang berkepanjangan dan berujung bencana tsunami. Para eks transmigran yang kebanyakan tinggal di sejumlah wilayah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu, terpaksa balik kekampung halaman. Padahal, kata dia, saat berada diperantauan kehidupan ekonomi mereka sudah mulai mapan.

Dengan terpaksa dan berat hati, akhirnya memilih kembali lagi ke Indramayu sebagai daerah asal kami semua. Tapi, kami tidak punya apa-apa lagi. Alhamdulillah kepulangan kami dibantu dan disediakan lokasi khusus,” ujar Dadang.

Hanya saja, selama hampir 10 tahun mendiami UPT Teranggong, warga setempat yang jumlahnya mencapai 250 kepala keluarga (KK) itu, masih dibuat kelimpungan soal hakkepemilikan (sertifikat) tanah yang ditempati.

Itu belum termasuk ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pertanian seluas 36 hektare yang mereka garap. “Minim ketersediaan air, sehingga kami butuh pompa penyedot. Warga UPT Teranggong juga berharap fasilitasi dari Pemkab Indramayu dalam usaha peternakan yang akan mengubah kehidupan ekonomi masyarakat ke arah yang lebih baik,” pinta Dadang.

Menanggapi permintaan itu, Bupati Yance langsung memberikan respons positif. Pihaknya akanmengabulkan seluruh permohonan yang diusulkan oleh warga translok. Termasuk berjanji akanmemperbaiki sarana jalan yang belum diaspal.

Semua rakyat Indramayu harus maju, tak terkecuali warga translok Teranggong,” tegasnya. Namun, kata Yance, pihaknya berpesan agar penduduk setempat terus mendukung dan membantu program meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui aplikasi visi Indramayu Remaja. Titip jangan abaikan perhatian terhadap anak cucu kita. Jangan sampai mereka tidak sekolah,” ajak Yance.

Dalam kesempatan itu, Yance bersama Anna Sophana juga memberikan santunan dan bantuan bagi anak-anak yang di khitan serta puluhan jompo. (kho) UPTD/B,

Sumber: http://www.radarcirebon.com/metropolis/indramayu/3389-minim-perhatian-pemkab.html

Rumah Penduduk Jadi Lokalisasi

Meski gencar dirazia, bisnis esek-esek ternyata masih tumbuh subur dan sepertinya sulit diberantas. Bahkan, kini lokasinya tidak hanya di kawasan yang selama ini dikenal sebagai tempat mangkal para pekerja seks komersial (PSK) dan pria hidung belang saja, tapi merambah ke rumah penduduk.

*** GENDERANG perang terhadap upaya pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) terusdilakukan jajaran Kepolisian Resort Indramayu. Terakhir, petugas gabungan dipimpin KasatSamapta Polres Indramayu, AKP Pardede, melakukan sweeping di sejumlah hotel, warungremang-remang (warem) dan rumah penduduk yang selama ini ditengarai sebagai tem pat prostitusi, Minggu (28/2) dini hari.

Mereka yang terjaring kebanyakan para PSK. Bahkan, ada seorang mahasiswi asal Kabupaten Cirebon yang tertangkap basah dengan pacarnya di sebuah penginapan.

Belasan PSK dan pasangan mesum termasuk mucikarinya terkena sweeping saat petugas tengah menggelar razia. Sekitar pukul 01.00, petugas gabungan mulai bergerak melakukan sweeping di sejumlah warem di sepanjang Jalan Raya Pantura Kecamatan Losarang hingga Kecamatan Patrol. Sejumlah PSK tampak menangis saat tertangkap sedang melayani tamu di sebuah warem. Petugas pun langsung mengangkut mereka ke dalam mobil Dalmas. Selain warem dan hotel, petugas gabungan juga mendatangi belasan rumah warga di Kecamatan Haurgeulis yang sengaja disulap menjadi tempat prostitusi. Rumah tersebut menyediakan layanan kamar bagi para pemuas syahwat lengkap dengan perempuannya.

Sementara itu saat melakukan sweeping di sebuah hotel di Haurgeulis, petugas berhasil mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura bernama Ang Koon Chor. Dia bersama pasangan mesumnya langsung digelandang ke mapolres. Ang Koon Chor sempatmenolak saat dibawa petugas, karena ia menganggap sudah menunjukan pasport dan visa kunjungan turis.

Kapolres AKBP Drs Nasri Wiharto melalui Kasat Samapta AKP Pardede mengungkapkan, operasi pekat akan dilaksanakan secara rutin di Kabupaten Indramayu. Salah satu pekat yang sekarang peredaraanya masih marak adalah minuman keras (miras) dan prostitusi dengan modus baru, yaitu perumahaan penduduk yang disulap menjadi tempat prostitusi.

Menurut AKP Pardede, dari 36 PSK yang terjaring sweeping, sebagian besar berpraktikesek-esek di rumah penduduk yang sengaja disewakan. Ia menegaskan, selain mengamankanseorang mahasiswa berinisial St (23), warga Kecamatan Kesambi, Kabupaten Cirebon ikutdiamankan saat tengah berada di dalam hotel. Di hadapan petugas, St mengaku sebagaimahasiswa semester empat di sebuah perguruan tinggi di Cirebon.

Namun St menolak disebut sebagai pasangan mesum. Sebab ia mengaku sengaja berliburbersama pacarnya di Kabupaten Indramayu. Karena kemalaman di jalan, sehingga terpaksa menginap di hotel. Saya hanya menginap saja, dan tidak berbuat macam-macam,” kata St mengelak. (dun) WNA,

Sumber: http://www.radarcirebon.com/metropolis/indramayu/3366-rumah-penduduk-jadi-lokalisasi.html

Jumat, 02 April 2010

Wartawan Wajib Berkemampuan

Keseragaman Berita adalah Bunuh Diri Media Massa

Kamis, 1 April 2010 | 17:45 WIB

Bandung, Kompas - Wartawan dituntut memiliki kemampuan dan kriteria khusus bila ingin mendapatkan hak serta menjalankan kewajiban melayani masyarakat. Bila terwujud, wartawan bisa memberikan kontribusi besar membangun kehidupan sosial masyarakat.

"Ada beberapa kemampuan yang harus dikuasai, seperti pengetahuan luas, semangat eksklusivisme, dan gairah besar memburu berita. Namun, wartawan juga harus menyadari haknya, seperti penghasilan yang cukup, serta memosisikan status wartawan dengan benar," ujar pengamat jurnalistik Universitas Padjadjaran, Sahala Tua Saragih, dalam diskusi "Peranan Pers dalam Pembangunan Pendidikan" di Aula Dinas Pendidikan Jawa Barat, Rabu (31/3).

Sahala mengatakan, wartawan yang baik harus memiliki pengetahuan luas. Hal itu membantu wartawan memperkaya isi berita dari hasil wawancara dengan narasumber atau pengamatan realitas yang diliput. Pengetahuan luas juga membantu wartawan bersikap kritis dan skeptis sehingga sanggup bekerja dengan bebas dan otonom.

Kinerja itu akan semakin baik bila didukung semangat eksklusif dan gairah besar mencari berita. Tujuannya adalah mencegah masyarakat mendapatkan bacaan seragam yang bisa menurunkan minat baca dan menyaksikan tayangan berita. Keseragaman adalah tindakan bunuh diri wartawan dan media massa.

Posisi

Akan tetapi, wartawan juga harus tahu posisi diri dan profesinya. Wartawan harus menyadari bahwa mereka membutuhkan gaji layak agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Pemilik media massa bertanggung jawab memerhatikan hal ini.

"Selain itu, wartawan juga harus memosisikan pekerjaan yang dilakoninya dengan benar. Wartawan bukan sekadar pekerjaan mencari uang, tapi butuh keahlian, ketulusan, dan kepatuhan pada hukum pers dan kode etik wartawan," ia menegaskan.

Anggota Komisi E DPRD Jabar, Dindin Supriyadin, mengatakan, wartawan punya peran besar membangun identitas bangsa. Wartawan bisa memberikan pencerahan yang dibutuhkan bangsa untuk bangkit dari keterpurukan.

"Wartawan berperan besar menggalang dana masyarakat terkait beragam peristiwa, dari keprihatinan sosial hingga bantuan bencana alam. Mereka juga berperan besar mengusut beragam kasus korupsi lewat liputan investigatif," kata Dindin.

Akan tetapi, peran itu hendaknya disesuaikan dengan identitas dan budaya bangsa. Contohnya, memberikan banyak koreksi tanpa memiliki niat menghancurkan. Wartawan diharapkan mampu mengonstruksi realitas dan membangun persepsi masyarakat ke arah positif.

"Wartawan bisa berperan sebagai pengawal berbagai kebijakan umum di berbagai bidang, termasuk pendidikan, untuk mencegah segala jenis penyimpangan dan penyalagunaan wewenang," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Wahyudin Zarkasyi mengemukakan, wartawan berperan penting mendampingi beragam program peningkatan kualitas pendidikan. Mereka bisa menjadi kontrol segala tingkah laku masyarakat dan pengambil kebijakan.

Akan tetapi, ia berharap agar dalam menjalankan pekerjaannya wartawan selalu berpegangan pada kode etik serta tidak melanggar hukum yang mengatur wewenang dan tugasnya. Dengan begitu, ia yakin wartawan semakin mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan berkualitas. (CHE)

sumber : http://cetak.kompas.com/

Rabu, 31 Maret 2010

Beredar Video Mesum Siswa SMA di Indramayu

HENDRA SUMIARSA/"KC"

SEORANG warga memperlihatkan adegan video mesum pasangan siswa SMA di Kab.Indramayu dari hp miliknya, Jumat (26/3). Pemeran dalam video mesum itu belakangan diketahui siswa SMAN 1 Losarang dan SMAN 1 Kandanghaur Kab.Indramayu.*

INDRAMAYU,(PRLM).-Hari terakhir pelaksanaan ujian nasional (UN) di Kab.Indramayu dihebohkan dengan beredarnya adegan mesum dalam video telefon genggam (hp) berdurasi sekira 4 menit. Dalam adegan tersebut, terlihat sepasang siswa SMA sedang melakukan perbuatan tak senonoh di dalam gubug di lokasi wisata laut, Lemahabang (LA) Desa Eretan Kulon Kec.Kandanghaur Kab.Indramayu.

Belakangan terungkap perempuan dalam video mesum itu adalah DRN, siswi Kelas 11 IPS-2 SMA Negeri 1 Losarang Kab.Indramayu. Sedangkan lelakinya, diduga siswa SMA Negeri 1 Kandangkahur Kab.Indramayu.

Beredarnya adegan mesum pasangan siswa SMA tentu saja mengejutkan masyarakat. Pasalnya, video yang diduga sengaja direkam oleh orang tak dikenal itu beredar pada saat pelaksanaan UN di Kab.Indramayu.

Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Losarang yang ditemui "PRLM", Jumat (26/3), mengatakan, video mesum DRN sebenarnya sudah menjadi rahasia umum di kalangan pelajar sejak beberapa hari lalu. Namun para siswa masih banyak yang belum meyakini kalau pemain dalam video mesum itu adalah DRN.

"Sehari-hari DRN dikenal rajin dan tergolong cukup pintar. Kami tentu kaget ketika melihat videonya yang memang benar-benar DRN dengan pasangan lelakinya," ungkap sejumlah siswa.

Berdasarkan pengamatan, adegan dalam video itu terlihat jelas DRN dan pasangan lelakinya melakukan hubungan layaknya suami istri. Ironisnya, praktik mesum keduanya dilakukan dengan masih mengenakan seragam masing-masing sekolah. DRN mengenakan pakaian olah raga lengkap,sedangkan pasangannya mengenakan seragam pramuka lengkap. Adegan mesum itu menurut kabar yang beradar dilakukan disebuah gubuk kosong di kompleks wisata laut LA Desa Eretan Kulon.

Celakanya saat adegan mesum berlangsung, seseorang malah merekam menggunakan video hp lewat celah-celah bilik gubuk. Tidak jelas siapa yang merekam adegan tak senonoh sepasang siswa SMA itu.Sebab saat itu keduanya tidak menyadari kalau dari balik bilik gubuk ada orang yang sengaja mamasang kamera hp merekamnya.

Ironisnya, pascaterbongkarnya praktik mesum DRN dan pasangannya, video tersebut beredar luas di masyarakat.(C-25/kur)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/109942

Selasa, 30 Maret 2010

Angin Kencang Rusak Puluhan Hektare Tanaman Padi

INDRAMAYU (SI) – Puluhan hektare tanaman padi mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang dalam beberapa hari terakhir ini.
Kerusakan tanaman padi tersebar di sejumlah kecamatan.Akibatnya, tanaman padi membusuk dan tidak dapat dipanen secara sempurna. Untuk menghindari kerugian, para petani terpaksa memanen lebih cepat.Kerusakan padi terjadi di Kecamatan Terisi, Losarang, Cikedung, Lelea, Gantar, Haurgeulis,Lohbener,dan Sindang. Berbagai cara dilakukan petani untuk menghindari kerugian,di antaranya mengikat batang padi hingga tegak kembali.Namun,upaya itu gagal lantaran tanaman padi kembali tersapu angin kencang. Rasta,49,petani Desa/Kecamatan Lohbener menjelaskan,kondisi ini mengakibatkan kerugian yang besar karena gabah hasil panen dini tidak maksimal dan harganya jauh di bawah harga pasaran. Untuk gabah gantung normal, harga pasaran di tingkat petani berkisar Rp200.000 per kuintal.Sementara, harga gabah hasil panen padi yang rusak, terjadi penurunan hingga 50% darikondisinormal.”Harganya cukup anjlok, jadi lebih baik cepat dipanen daripada tidak bisa dijual sama sekali,”ujarnya,kemarin. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu Toni Sudjana mengaku belum mendata lengkap kerugian petani akibat kerusakan tanaman padi dalam satu minggu terakhir ini. ”Kami masih mengumpulkan data dari penyuluh pertanian di masing-masing kecamatan untuk memastikan kerugian materiil,”katanya. Menurut dia, kerusakan padi akibat angin kencang kerap terjadi di sejumlah wilayah yang intensitas hujannya masih cukup tinggi. Meski demikian,dia optimistis target produksi padi pada tahun ini sebanyak 1,4 juta ton dapat tercapai. Pada musim tanam rendeng pada tahun ini, dari area seluas 119.000 ha,terealisasi mencapai 89.000 ha. Bagi sebagian besar petani di Indramayu, panen rendeng menjadi harapan agar mampu mendapatkan hasil produksi yang maksimal. (tomi indra) sumber: SINDO, Senin, 29/3/2010

GEBUK Indramayu Desak Suhaeli Ditahan

INDRAMAYU,(PRLM).- Puluhan massa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Bumi Hangus Korupsi di Indramayu (Gebuk Indramayu) melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu, Selasa (30/3).

Mereka menuntut penuntasan proses hukum sejumlah kasus korupsi yang sedang ditangani kejari setempat. Diantara kasus yang menjadi perhatian massa pengunjuk rasa adalah soal dugaan korupsi dana bantuan sekolah unggulan yang menyeret mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Indramayu, Drs.H.Suhaeli, sebagai tersangka.

Dengan membawa poster dan diisi dengan teatrikal, massa mahasiswa long march dari sekretariat mereka di Universitas Wiralodra Indramayu menuju gedung kejari.

Puluhan aparat keamanan dari Polres Indramayu mengawal ketat aksi massa. Dalam orasinya, mahasiswa mendesak agar kejari Indramayu lebih tegas menangani kasus-kasus korupsi yang disinyalir melibatkan sejumlah pejabat.

"Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Disdik sebagai salah satu contoh lemahnya penanganan hukum. Kami mendesak agar Kadisdik segera ditahan," tukas koordinator aksi, Taufiqurrohman. (C-25/kur)***

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/110179

 

INTERNASIONAL

SOSBUD

HUKUM

EKONOMI

REALITAS PUBLIK Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template